Manfaat Tanaman Bunga Tasbih

Manfaat Tanaman Bunga Tasbih
Bunga Tasbih
(Canna indica L.)
Bunga tasbih (Canna indica L.) berasal dari Amerika tropis, biasa ditanam sebagai tanaman hias, ada juga yang tumbuh liar di hutan dan pegunungan sampai ketinggian kurang lebih 1000 m di atas permukaan air laut. Jenis lain, Canna edulis Ker.Gawl (ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil. Daun besar dan lebar, menyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Rimpangnya dapat dimakan. Di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai "arrow-root of queensland". Terma besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m dalam tanah mempunyai rimpang yang besar seperti umbi. Daunnya besar, lebar, menyirip dan berwarna hijau. Bunganya besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak dan bulat.

Familia : Cannaceae.

Sinonim : Canna orientalis Rosc. =  Canna patens Roscoe.

Nama Daerah
  1. Sumatra : hosbe (Batak), ganyong hutan (Melayu)
  2. Jawa : ganyong warna, ganyong alas, puspa midra, puspa nidra, puspa nyidra, kembang gedang (Jawa), tasbhi (Madura), sebe,  sebeh, tasbeh, ganyol leuweung (sunda), buah tasbih, sebek, sigi-sigi, sabeh (Jakarta)
  3. Nusa Tenggara : milu-milu (Bali), gegula (Sasak)
  4. Sulawesi : kela, kontas, wuro, totombe, tuis im tasic (Minahasa), bunga tasabe (Makasar), bunga tasebe (Bugis)
  5. Maluku : tasube (Ternate).
Nama Asing
Mei rei jiao (T), kakuentasan, kuentas-kuentasan, saging-saging, tikas, tikas-ptikas, tikis-tikis, tukas-tukas (F), bread shot (I), piantanillo (S), kenyong (M).

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Rasa agak manis, sejuk, berkhasiat sebagai penurun panas (antipiretik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penenang (sedatif).

Kandungan Kimia
Rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glukose, lemak, alkaloid dan getah.

Bagian yang Dipakai
Akar atau rimpang (segar atau kering), bunga (kering), daun dan biji.

Kegunaan
  • Menurunkan suhu tubuh yang tinggi
  • Tekanan darah tinggi (hypertensi)
  • Disentri kronis (chronic dysentry)
  • Haid terlalu banyak (metrorrhagia)
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Kanker kandungan
  • Ambein (hemorrhoids)
  • Kencing batu
  • Sakit kuning (acute icteric hepatitis)
  • Pembengkakan kelenjar limpa
  • Batuk darah (hemoptysis)
  • Kepala pusing (vertigo)
  • Pendarahan, luka berdarah.
  • Keseleo
  • Radang kulit bernanah (pioderma)
  • Jerawat (acne vulgaris)
  • dan lain-lain.
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : akar atau rimpang bunga tasbih dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 15-30 gram akar atau rimpang kering atau 30-60 gram yang segar. Bunga 10-15 gram, direbus lalu diminum.
Pemakaian Luar
  1. Luka berdarah, radang kulit bernanah (piodermi), jerawat (acne vulgaris) : akar/rimpang segar bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Keseleo : akar/rimpang bunga tasbih secukupnya dihaluskan lalu ditambahkan tepung terigu yang sudah disangrai sampai kuning dan arak putih secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakaian Dalam
  1. Keputihan (leucorrhoea) : 15-30 gram akar/rimpang bunga tasbih, 15-30 gram kulit delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
  2. Menghentikan pendarahan (hemostatik) : 10-15 gram bunga tasbih, 60 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
  3. Sakit kuning (acute icteric hepatitis) : 60 gram akar bunga tasbih, 30 gram daun serut atau mirten (Streblus asper Lour.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.Lakukan dua kali sehari.
  4. Ambein (hemorrhoids) : 30-60 gram akar rimpang bunga tasbih direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya.
  5. Pembengkakan kelenjar limpa : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 1 ons daging sapi, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc kemudian diminum airnya sedangkan dagingnya dimakan.
  6. Kanker kandungan : 60 gram akar rimpang bunga tasbih, 60 gram rumput lidah ular atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.), 50 gram sambiloto (Andrographis paniculata  Nees.), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.
Catatan
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

Read more ...

Manfaat Tanaman Bunga Ros

Bunga Ros (Rosa chinensis Jacq.)
Bunga Ros
(Rosa chinensis Jacq.)
Bunga Ros (Rosa chinensis Jacq.) biasa ditanam sebagai tanaman hias juga sebagai bunga potong karena bentuk bunga dan warna bunganya yang indah dan baunya yang harum. Bunga Ros sering digunakan untuk aroma wangi-wangian pada industri parfum. Perbanyakan dengan setek batang, cangkok, atau okulasi. Perdu tegak, tinggi 0,5-1,5 m, batang dan cabangnya bulat, berduri tempel yang letaknya jarang. Daunnya majemuk, menyirip ganjil dengan 3-7 anak daun. Anak daun berbentuk bulat telur sampai memanjang, dengan panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi bergerigi. Tangkai daun berambut dan bergerigi. Bunga keluar di ujung tangkai atau di ketiak daun, warnanya merah atau dadu. Bunga Ros banyak jenisnya dengan warna bunga yang bermacam-macam, misalnya merah, merah muda, kuning, dan putih.

Familia : Rosaceae. Sinonim : Rosa indica auctt. non L. = Rosa sinica L.

Nama Daerah : Mawar, Kembang Ros

Nama Asing : Yue ji hua (T), Rose flower, Chinese rose flower (I), Bunga Mawar (M).

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Rasa manis, hangat, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah, menormalkan siklus haid (regulates menses), antiradang (antiinflamasi), menghilangkan bengkak (antiswelling), menetralisasi racun. Masuk meridian hati dan ginjal.

Kandungan Kimia
Bunga dan minyaknya mengandung zat sitral, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, feniletilalkohol, farnsol, nonilaldehida.

Bagian yang Dipakai
Bunga, akar, dan daun. Bunga dan akar, setelah dicuci, dijemur sampai kering untuk pemyimpanan, Daun untuk pemakaian segar.

Kegunaan
1. Bunga :
  • Siklus haid tidak teratur (irreguler menstruation)
  • Nyeri haid (dysmenorrhea)
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Campak (measles)
  • Disentri
  • TBC kelenjar leher (cervical tuberculous lymphadenopathy)
  • Penyakit paru-paru
  • Batuk darah (hemoptysis)
  • Bengkak terpukul, koreng, bisul (furunculus), jerawat (acne vulgaris)
  • Rematik, pegal linu
  • Perut kembung, sakit lambung atau mag (gastritis)
  • Susah buang air besar (costipatio)
  • Radang usus akut dan kronis (acute, chronis enteritis)
  • Pembengkakan payudara (mastitis)
  • Peranakan turun setelah melahirkan (prolapsus uteri)
  • Pendarahan kehamilan
  • Sakit kepala
  • Pembekuan darah
  • Penyempitan pembuluh darah
  • dan lain-lain.
2. Akar
  • Keputihan (leucorrhoea)
  • Haid tidak teratur (irreguler menstruation)
  • Bengkak terpukul
  • dan lain-lain.
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : bunga dan daun segar dihaluskan, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : bunga, 3-10 gram kering, direbus atau dijadikan bubuk, direbus lalu diminum. atau akar, 10-15 gram direbus lalu diminum.
Pemakaian Luar
  1. Digigit serangga : 1 kuntum bunga ros, 10 kuntum bunga melati (Jasminum sambac [L.] Ait.), 2 kuntum bunga kenanga (Canangium odoratum Bail.), dicuci bersih lalu digiling hingga halus, tambahkan 1 sendok teh minyak kelapa (Cocos nucifera L.), diaduk hingga rata lalu ditempelkan pada bekas sengatan dan dibalut.
  2. Jerawat (acne vulgaris) : bunga mawar/ros secukupnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan lalu dihaluskan hingga bubuk. Bubuk tersebut dicampurkan dengan sedikit air lalu dioleskan ke wajah yang berjerawat.
Pemakaian Dalam

1.   Keputihan (leucorrhoea)
  • 9-15 gram akar bunga ros direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya.
  • 6 gram bunga ros kering, 15 gram kulit buah delima kering (Punica granatum L.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, diminum airnya setelah disaring.
2.   Haid tidak teratur (irreguler menstruation) : 15-21 gram bunga ros segar, diseduh
      dengan air panas secukupnya, diminum beberapa kali sehari.

3.   Nyeri haid (dysmenorrhoea) : 
  • 5 kuntum bunga ros, 15 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan air secukupnya, diminum airnya setelah disaring.
  • 5 gram bunga ros kering, 5 gram teh hijau (Camellia sinensiss [L.] Kuntze.), tambahkan madu secukupnya lalu direbus dengan 300 cc air sampai mendidih, diamkan selama 3 menit, diminum setelah makan.
  • 15 gram bunga ros kering, 10 gram lempuyang (Zingiber aromaticum Val.), 10 gram temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), 10 gram kunyit ( Curcuma domestika Val.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian diminum dua kali sehari secara teratur.
4.   Peranakan turun setelah melahirkan (prolapsus uteri) : 30 gram bunga ros ditim dengan
      arak merah lalu diminum (tidak dianjurkan bagi muslim).

5.   Bengkak terpukul : 3 gram bubuk bunga ros kering tambahkan arak secukupnya, lalu
      diminum (tidak dianjurkan bagi muslim).

6.   Menurunkan panas karena campak (measles) : 15 kuntum bunga ros  dicuci, direbus
      dengan 600 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring kemudian diminum dua kali sehari
      sebanyak 200 cc. Hanya berkhasiat menurunkan panas.

7.   Rematik, pegal linu :
  • 10 gram bunga ros kering, 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring kemudian diminum 1-2 kali sehari secara teratur.
  • 10 gram bunga mawar ros kering, 10 gram adas (Foeniculum vulgare Mill.), 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 15 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian diminum airnya selagi hangat.
8.   Penyakit paru-paru : 10 gram bunga ros kering, gula batu secukupnya diseduh dengan
      air panas lalu diminum seperti meminum teh.

9.   TBC kelenjar leher (lymphadenopathy) : 9 gram bunga ros, 20 gram jali (Coix lacryma-
      jobi L.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian diminum
      airnya.

10. Batuk darah (hemoptysis) : 10 gram bunga ros ditambah gula batu secukupnya, ditim
      dengan menambahkan air secukupnya lalu diminum.

11. Sakit lambung atau mag (gastritis) :
  • 6 gram bunga ros kering, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian diminum secara teratur.
  • 12 gram bunga ros kering, 2 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), 3 butir cengkeh (Eugenia aromatica O.K.), 1 ibu jari kayumanis (Cinnamomum burmani Bl.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian diminum airnya secara teratur.
12. Susah buang air besar/sembelit (constipatio) : 10 gram bunga ros kering, 5 gram bubuk
      temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), direbus dengan 300 cc air hingga tersisa 200
      cc, disaring kemudian diminum airnya sebanyak 100 cc. Lakukan dua kali sehari.

13. Pembengkakan payudara (mastitis), perut kembung : 15 gram bunga ros, 2-3 gram
      daun teh (Camellia sinensis [L.] Kuntze.), keduanya diseduh dengan air mendidih
      secukupnya lalu disaring dan airnya diminum seperti meminum teh.

14. Sakit kepala : 10 gram bunga ros kering, 15 gram daun teratai kering (Nelumbium
      nelumbo Druce.), 10 gram jahe kering (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan
      air secukupnya, diminum airnya setelah disaring.

15. Pembekuan darah : 20 gram bunga ros, 15 gram daun dewa kering (Gynura segetum
      [Lour.] Merr.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian
      diminum airnya secara teratur.

16. Radang usus akut dan kronis (acute, chronic enteritis) : 10 gram bunga ros kering, 15
      gram sambiloto kering (Andrographis paniculata Nees.), 30 gram krokot (Portucala
      oleracea L.), direbus dengan 600cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian
      diminum airnya secara teratur.

17. Penyempitan pembuluh darah : 20 gram bunga ros, 30 gram daun dewa kering (Gynura
      segetum [Lour.] Merr.), 15 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), direbus
      dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian diminum airnya secara
      teratur.

Catatan
  1. Hati-hati pada fungsi pencernaan lemah
  2. Wanita hamil dilarang pakai
  3. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat tetap konsultasikan ke dokter.
Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

Read more ...

Manfaat Tanaman Bunga Pagoda

Bunga pagoda/Clerodendrum (Thunb.) Sweet.
Bunga pagodaClerodendrum (Thunb.) Sweet.
Bunga pagoda/Clerodendrum (Thunb.) Sweet. biasa ditanam di taman-taman, pinggir jalan raya, atau di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, panjang dapat mencapai 30 cm. Bunga majemuk yang terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid, warnanya merah, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Familia : Verbenaceae.

Sinonim : Clerodendrum Kaempferi (Jacq.) Sleb. = Clerodendrum paniculatum L. = Volkameria javonica Thunb.

Nama Asing
Bai jek hong (T), iginga, kasopangil, laron anito (F), pepanggil (M), pagoda flower (I).

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
  • Akar : pahit, dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), dan pembekuan darah.
  • Daun : manis, asam, agak kelat, netral, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi).
  • Bunga : Manis, hangat.
Bagian yang Dipakai
Akar, bunga, batang, dan daun dikeringkan.

Kegunaan
1. Akar
  • Sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik
  • Luka terpukul
  • TBC paru yang disertai batuk
  • Batuk darah (hemoptysis)
  • Selalu buang air kecil (beser)
  • Disentri
  • Kanker saluran pencernaan
  • Wasir (hemorrhoidas)
  • Hernia
  • Susah tidur (insomnia)
  • dan lain-lain
2. Daun
  • Bisul (furunculus), koreng
  • Luka terpukul, radang kulit
  • dan lain-lain
3. Bunga
  • Kurang darah (anemia)
  • Keputihan (leucorrhea)
  • Wasir (hemorrhoids)
  • Hernia
  • Sakit pinggang (lumbago)
  • Susah tidur (insomnia)
  • Migrain
  • dan lain-lain
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian dalam (minum) : 30-90 gram akar direbus atau dijadikan bubuk atau 30-90 gram bunga direbus, lalu airnya diminum.
  2. Pemakaian luar : daun atau bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakaian Luar
  1. Koreng, bisul (furunculus), radang kulit : daun segar bunga pagoda dicuci bersih dihaluskan tambahkan madu secukupnya lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakaian Dalam
  1. Wasir berdarah (hemorhoids) : cara pertama 60 gram bunga atau akar bunga pagoda, dimasak dengan 200 gram usus sapi, setelah matang airnya diminum dan dagingnya dimakan. cara kedua 15-30 gram bunga atau akar bunga pagoda, 60 gram daging daun lidah buaya (Aloe vera L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc lalu disaring dan airnya diminum.
  2. Hernia : 9 gram bunga atau akar kering bunga pagoda, 3 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), 5 gram cengkeh (Eugenia aromatica O.K.), 5 gram kayu manis (Cinnamomum burmani Bl.), giling semuanya hingga halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya, tambahkan madu atau gula, diminum untuk satu kali pemakaian. Lakukan 1-2 kali sehari.
  3. Sering buang air kecil (beser) : 30 gram akar bunga pagoda, 15 butir ginkgo biloba (pak ko), 1-2 ons iga sapi, direbus dengan air secukupnya hingga iga sapi matang, lalu airnya diminum dan iga sapinya dimakan.
  4. Keputihan (leucorrhea) : 15 gram bunga pagoda, 20 gram kulit delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  5. Sakit pinggang (lumbago) : 30-60 gram bunga pagoda, 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.), tambahkan gula merah secukupnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  6. Rematik : 30-60 gram akar bunga pagoda, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 70 gram lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
  7. Susah tidur (insomnia) : bunga atau akar bunga pagoda dijadikan bubuk, 15 gram jahe Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum sebelum tidur.
  8. Migrain : 15 gram bunga pagoda, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 70 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.), yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu diminum.
  9. Kanker saluran pencernaan : 60 gram akar bunga pagoda, 60 gram rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa [L.] Lamk.), direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu diminum pelan-pelan.
  10. TBC paru, batuk darah (hemoptysis) : 30-90 gram akar bunga pagoda, 15 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium Sp.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
Catatan
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat disarankan tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

Read more ...

Manfaat Tanaman Bunga Matahari

Manfaat Tanaman Bunga Matahari
Bunga Matahari
Helianthus annuus L.
Bunga Matahari/Helianthus annuus L. berasal dari Amerika Utara, pada tahun 1919 ditanam di Jawa, terdapat di gunung-gunung, di daerah yang memiliki kelembaban yang cukup dan memperoleh sinar matahari langsung, dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan air laut. Bunga matahari biasa ditanam sebagai tanaman hias karena banyak bentuk dan warna bunganya indah. Habitus herba anual (umurnya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbatang basah (herbaceus) dengan kulit batang luar kasap dan berbulu, tinggi 1 -3 m. Daunnya tunggal berbentuk jantung, bunga berwarna kuning, ukuran bunga besar berbentuk cawan dengan mahkota berbentuk pita di sepanjang tepi cawan dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, berwarna coklat.

Familia
Compositae

Nama Daerah
  1. Sumatra : bungong matahuroi, bungga ledomata, (Aceh), bunga panca matoari, bunga teleng matoari (Minangkabau).
  2. Jawa : bungka matahari, kembang sarengenge (Sunda), kembang sangenge, kembang srangenge, purba negara (Jawa), kembang mata are, kembhang tampong are (Madura).
  3. Nusa Tenggara : sungeng (Bali), kembang sringenge (Sasak), bungga ledomata (Roti).
Nama Asing
Xiang ri kui (T) mirasol (F), sun flower (I), girasol (S), grand soleil, tournesol, sonneblume, zonnebloem.

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis

  • Rasa lembut, netral
  • Bunga berkhasiat menurunkan tekanan darah (hipotensif), mengurangi rasa nyeri (analgesik).
  • Biji berkhasiat sebagai antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzim, dan lain-lain), merangsang pengeluaran campak (measles).
  • Daun berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), mengurangi rasa nyeri (analgesik), antimalaria.
  • Akar berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh air seni (diuretik), pereda batuk (antitusif), menghilangkan rasa nyeri (analgesik).
  • Sumsum dari batang dan dasar bunga berkhasiat merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang air seni (diuretik), menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air seni.
Kandungan Kimia
  • Bunga mengandung quercimeritrin, helianthoside A, B, C, asam oleanolat, asam echinocystat.
  • Biji mengandung sitosterol, prostaglandin E, asam chlorogenic, asam quinat, phytin, 3,4 benzopyrene. Dalam setiap 100 gram minyak biji bunga matahari terdapat lemak dengan total 100, yang terbagi dalam lemak jenuh 9,8, lemak tak jenuh yaitu oleat 11,7 dan linoleat 72,9, sisanya tidak mengandung kolesterol.
Bagian yang Dipakai
Seluruh tumbuhan, untuk penyimpanan dikeringkan.

Kegunaan
1. Bunga :
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Rasa nyeri pada sakit kepala, pusing
  • Telinga berdengung
  • Sakit gigi
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Kanker lambung
  • Nyeri menstruasi (dismenorrhea)
  • Radang payudara (mastitis)
  • Rematik
  • Mempermudah kelahiran (parturifasien)
  • dan lain-lain.
2. Biji :
  • Menambah nafsu makan (stomakik)
  • lesu, meningkatkan stamina
  • Disentri mengandung darah
  • Merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak
  • Sakit kepala
  • dan lain-lain.
3. Akar :
  • Infeksi saluran kemih
  • Kencing batu
  • Susah buang air besar atau sembelit (konstipasi)
  • Buang air kecil susah dan nyeri (disuria)
  • Radang saluran napas (bronkhistis)
  • Batuk rejan (pertussis)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • Hernia
  • Nyeri lambung atau mag (gastritis), perut kembung (meteorrismus)
  • dan lain-lain.
4. Daun :
  • Malaria
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Terbakar, tersiram air panas
  • dan lain-lain.
5. Sumsum dari batang dan dasar bunga (receptaculum) :
  • Kanker lambung
  • Kanker esophagus
  • Nyeri lambung (gastritis)
  • Buang air kemih sukar dan nyeri (disuria)
  • Batu saluran kemih
  • Air kemih mengandung darah (hematuria)
  • Air kemih mengandung lemak (chyluria)
  • Keputihan (leukorrhea)
  • dan lain-lain.
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian Luar : Tumbuhan bunga matahari dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : Bunga 30-90 gram, dasar bunga (reseptaculum) 30-90 gram, sumsum dari batang 15-30 gram, akar 15-30 gram semuanya direbus, lalu diminum.
Pemakaian Luar
  1. Rematik : Kepala bunga matahari secukupnya, 15 gram jahe merah (Zingirber officinale Rosc.), dierbus dengan air secukupnya sampai mengental, lalu tambahkan air putih secukupnya, setelah dingin ditwmpwlkan pada tempat yang sakit.
  2. Bisul : Bunga matahari secukupnya disangrai hingga berwarna kecoklatan dan ditumbuk halus, tambahkan minyak wijen dan aduk rata lalu ditempelkan pada bisul.
  3. Radang payudara (mastitis) : Dasar bunga matahari (reseptakulum) secukupnya disangrai dan ditumbuk hingga halus, tambahkan minyak wijen, aduk lalu dioleskan pada bagian yang sakit.
Pemakaian Dalam
  1. Sakit kepala : 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 1 butir telur ayam (tidak dipecahkan), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum sesudah makan, sedangkan telurnya dimakan. Lakukan dua kali sehari.
  2. Pusing : Biji bunga matahari digongseng dan dikupas kulitnya, digiling hingga menjadi bubuk, tambahkan gula pasir secukupnya, ambil enam gram bubuk tersebut lalu diseduh dengan air mendidih, hangat-hangat disaring lalu airnya diminum, lakukan secara teratur. atau 30-60 gram bagian tengah bunga matahari segar dan telur ayam rebus yang telah dikupas  kulitnya direbus dengan satu liter air sehingga tersisa 500 cc, lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 250 cc dan telurnya dimakan. atau Satu buah dasar bunga matahari segar (receptaculum) dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  3. Sakit gigi : 60 gram dasar bunga (receptaculum) bunga matahari, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  4. Radang payudara (mastitis) : Bunga matahari (tanpa biji) secukupnya, dipotong hingga halus lalu dijemur sampai kering atau disangrai hingga hangus kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 10-15 gram bubuk tersebut tambahkan 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), gula dan madu masing-masing secukupnya, direbus dengan air hingga mendidih, aduk hingga rata lalu diminum. Lakukan tiga kali sehari, pertama kali minum harus keluar keringat (tidur pakai selimut).
  5. Batuk (tussis), sesak napas (asma) : 1 kuntum bunga matahari segar, diambil bagian tengahnya dan gula batu secukupnya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan airnya diminum.
  6. Batuk rejan (pertussis) : 30 gram bunga matahari dan gula batu secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  7. Sesak napas (asma) : 30-60 gram bagian tengah/cawan bunga matahari segar dan 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum. Lakukan dengan teratur.
  8. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 60 gram dasar bunga (reseptakulum) bunga matahari, 30 gram rambut jagung (Zeamays L.), gula secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum hangat-hangat. atau 30-60 gram daun bunga matahari segar, 60 gram akar alang-alang (Imperata cylindrica [L.] Beauv.), 1 buah belimbing wuluh (Averrhoa blimbi Linn.) yang sudah matang, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  9. Mencegah kanker lambung : 30-90 gram dasar bunga matahari (receptaculum) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu diminum airnya.
  10. Kembung, nyeri lambung, mag (gastritis) : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram adas (Foeniculum vulgare Mill.) 10 gram biji ketumbar (Coriandrum sativum L.), 5 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  11. Sakit pada ulu hati dan sakit perut : Akar bunga matahari kering secukupnya ditumbuk hingga halus, lalu diseduh dengan air panas dan airnya diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari, setiap kali 6 gram.
  12. Disentri : 10 gram biji bunga matahari, 30 gram tumbuhan patikan kebo (Euphorbia hirta L.), gula batu secukupnya, ditim selama 1 jam, setelah diangkat lalu diminum airnya hangat-hangat.
  13. Susah buang air besar (costipatio_ dan buang air kecil (oliguria) : 15-30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus {Bl.] Miq.), 60 gram daun ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  14. Infeksi saluran kemih : 30 gram akar bunga matahari segar, 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), 30 gram daun sendok (Plantago mayor L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  15. Kencing batu : 30 gram bunga matahari, 30 gram labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), 30 gram daun keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), 30 gram rambut jagung (Zea mays L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya selagi hangat.
  16. Beri-beri dan buang air kencing tidak lancar (oliguria) : 15 gram akar bunga matahari dan 30 gram kulit labu bligo (Benincasa hispida Cogn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  17. Sakit perut saat datang haid (dysmenorrhea) : 30 gram bagian dasar bunga matahari (reseptakulum) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya, disaring lalu airnya diminum.
  18. Keputihan (leucorrhea) : 30 gram bagian tengah batang bunga matahari, 5 buah angco merah dan 5 buah angco hitam (dapat dibeli di supermarket), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum airnya, sedangkan angconya dimakan. atau 60 gram dasar bunga matahari (reseptakulum) segar direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  19. Badan lemah setelah melahirkan : 30 gram bagian tengah batang (sumsum) bunga matahari direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya.
  20. Pendarahan : 1 buah dasar bunga matahari (reseptakulum) segar dan 100 gram akar rimpang teratai direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  21. Hernia : 30 gram akar bunga matahari, 10 gram biji jeruk (Citrus Sp.), 1 buah biji mangga kering (Mangifera indica L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya disaring dan diminum hangat-hangat.
Catatan
  1. Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan Ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (tractus digestivus).
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit berat tetap konsultasi ke dokter.
  3. Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga matahari.
Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

Read more ...

Manfaat Tumbuhan Obat Bunga Kenop/Gomphrena globosa L.

Manfaat Tumbuhan Obat Bunga Kenop/Gomphrena globosa L.
Bunga Kenop/Gomphrena globosa L.
Bunga kenop/Gomphrena globosa L. berasal dari Amerika dan Asia, biasa ditanam sebagai tanaman hias, kadang tumbuh liar di ladang-ladang. Tumbuh baik sampai ketinggian 1.400 m di atas permukaan laut, pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari. Selain sebagai tanaman hias juga dapat digunakan sebagai bahan obat tradisional. Herba tahunan, tinggi 60 cm atau lebih dan berambut. Batangnya berwarna hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan. Daun duduk berhadapan, bertangkai, bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang, panjang daun 5-10 cm, lebar 2-5 cm, ujung runcing, warna hijau, berambut kasar di bagian atas dan halus di bagian bawah, warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol, warna merah tua keungu-unguan seperti bola, ada juga yang berwarna putih.

Familia
Amaranthaceae

Nama Daerah
  1. Sumatera: Kembang puter, ratna pakaja.
  2. Jawa: adas-adasan, udel-udelan, gundul (Jawa).
  3. Sulawesi: taimantulu (Gorontalo).
Nama Asing
Qian ri hong (T), Globeamaranth flower (I), butang-butang (M), amarantine globuleuse, kugelamarant.

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Rasa manis, netral, berkhasiat sebagai antibatuk (antitusif), menghilangkan sesak (antiasthmatic).

Kandungan Kimia
Gomphresin I, II, III, V, VI, dekarboksilase, nitrat reduktase, nitrit reduktase, glutamat.

Bagian yang Dipakai
Bunga dan seluruh tumbuhan, segar atau dikeringkan.

Kegunaan
  • Sesak napas (asthma bronchial)
  • Radang saluran napas akut dan menahun (acute dan chronis bronchitis)
  • Batuk darah pada TBC, batuk rejan (pertusis)
  • Radang mata (conjunctivitis), mata merah dan bengkak.
  • Penglihatan tidak tajam dan tidak terang.
  • Sakit kepala, migren.
  • Panas pada anak, demam.
  • Panas dalam pada anak-anak karena gangguan liver.
  • Mimpi buruk (night screaming), anak selalu nangis malam hari.
  • Sering kaget pada anak, kejang pada anak-anak.
  • Perut kembung pada anak-anak.
  • Disentri.
  • Buang air kecil tidak lancar dan sakit (dysuria).
  • Menghilangkan benjolan di tubuh.
  • Keseleo, koreng, gatal-gatal (pruritus), bisul (furunculus).
  • Dan lain-lain.
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar: tumbuhan segar dari bunga kenop dihaluskan kemudian dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit atau direbus dengan air secukupnya lalu air rebusannya dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum): 9-15 gram bunga kenop direbus lalu diminum.
Pemakain Luar
Luka terpukul, koreng: tumbuhan bunga kenop secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.

Pemakaian Dalam
  1. Buang air kecil tidak lancar dan sakit (dysuria); 10 gram bunga kenop, 30 gram rambut jagung (Zea mays L.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  2. Disentri : - 10 kuntum bunga kenop segar, 30 gram krokot segar (Portulaca oleracea L.), direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum secara rutin, lakukan tiga kali sehari. atau 10 kuntum bunga kenop dan 30 gram patikan kebo Euphorbia hirta L.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
  3. Sesak napas (asthma bronchial): 10 kuntum bunga kenop, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  4. Radang saluran napas kronis (cronic bronchitis): 10 kuntum bunga kenop, 15 gram kaktus yang telah dikupas kulitnya (Opuntia dilleni ((Ker-Gawl.) Haw.), 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), gula batu secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian airnya disaring dan diminum hangat-hangat. Sudah dibuat obat suntik. Disuntiakan pada titik akupunktur, pada 10% penderita, timbul rasa kering ditenggorokan setelah mendapatkan suntikan, tetapi hanya sementara.
  5. Mengatasi benjolan di tubuh: 10 kuntum bunga kenop, 30 gram daun dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.), direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum airnya.
  6. Anak-anak selalu menangis malam hari: 6 kuntum bunga kenop, 2 kuntum bunga krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.), direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, lalu airnya diminum setelah disaring.
  7. Panas dalam pada anak-anak karena gangguan liver: 7-14 kuntum bunga kenop, 15 gram temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), 75 gram jali (Coix lacryma-Jobi L.) direndam hingga lembut, direbus dengan 750 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum airnya dengan menambahkan madu secukupnya sedangkan jalinya dimakan.
  8. Perut kembung pada anak-anak: 5-10 kuntum bunga kenop kering dan 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  9. Sering kaget pada anak-anak: 5-10 kuntum bunga kenop, 20 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) 5 butir angco (Fructus jujubae), gula batu secukupnya, direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum sedangkan biji teratai dan angco nya dimakan.
  10. Penglihatan kurang tajam dan kurang terang, mata merah: 15 kuntum bunga kenop, 30 gram bunga krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, tambahkan madu secukupnya, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  11. Sakit Kepala, migren:
  • 10 kuntum bunga kenop, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 60 gram lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 500 cc hingga tersisa 250 cc lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  • 15 gram bunga kenop dan 10 gram bunga krissan (Chrysanthimum, Sp.) direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, disaring lalu diminum.
Catatan
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

    Read more ...

    Manfaat Tumbuhan Obat Bugenfil/Bougainvillea glabra Choicy

    Manfaat Tumbuhan Obat Bugenfil/Bougainvillea glabra choicy
    Bugenfil
    Bougainvillea glabra Choicy
    Bugenfil/Bougainvillea glabra Choicy bisa ditemukan diseluruh daerah tropis pada ketinggian 1 - 1400 m diatas permukaan air laut, menyukai tanah gambur yang mengandung pasir, dan terkena cahaya matahari langsung sepanjang hari. Nama tanaman hias asal Brazilia ini konon berasal dari nama seorang komodor laut Perancis yaitu Louis Antoine de Bougainville. Pengembangbiakan dapat dilakukan dengan setek batang, cangkok, okulasi, atau biji. Perdu yang memanjat dan berbatang kayu (liana), mempunyai duri yang berbentuk kait, tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 5 -15 m, dengan ranting , daun, dan karangan bunga kerapkali mempunyai rambut-rambut halus berwarna jingga. Daun tunggal, duduk berhadapan, bertangkai, bentuk bulat telur sampai elips, ujung meruncing, tepi rata, panjang 4 -10 cm, dan lebar 2 - 6 cm. Bunga kecil-kecil seperti terompet, tumbuh berkelompok tiga, masing-masing bunga mempunyai satu daun pelindung yang lebar dan warnanya dapat bermacam-macam, sehingga ketiga kelompok bunga tersebut membentuk satu kesatuan seperti sekuntum bunga. Bunga keluar dari ketiak daun atau diujung ranting dan setiap satu tangkai bunga terdapat 1 - 7 kelompok bunga. Warna daun pelindung beraneka ragam, tergantung jenisnya, ada yang berwarna merah, ungu, jingga, putih, atau kuning. Buahnya kecil, di Jawa jarang terbentuk. Tumbuhan ini banyak ditanam sebagai tanaman hias.

    Familia
    Nyctaginaceae

    Nama Daerah
    Kembang kertas

    Nama Asing
    Ye zi hua (T), Bougenfill flower (I), bunga kertas (M).

    Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
    Rasa pahit, kelat, hangat berkhasiat memperlancar sirkulasi peredaran darah.

    Kandungan Kimia
    Dari Bougainvillea glabra var. Sanderiana Hort. Telah diisolasi empat jenis bougainvillen, yaitu betanidin, isobetanidin, 6-0-beta-saphoroside, 6-0-rhamnosysophoroside.

    Bagian yang Dipakai
    Bunga dan batang yang dikeringkan

    Kegunaan
    - Keputihan (leucorrhea)
    - Haid tidak teratur (irreguler menstruation)
    - Hepatitis
    - Dan lain-lain

    Dosis Pemakaian
    1. Pemakaian luar : tumbuhan bugenfil, dicuci bersih dan dihaluskan lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
    2. Pemakaian dalam (minum): 9-15 gram direbus, airnya diminum
    Pemakaian Luar
    1. Bisul : Bunga bugenfil dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata [Lam.] Pers.), masing-masing secukupnya, dicuci bersih dan dihaluskan lalu ditempelkan pada bisul.
    2. Biang keringat, gatal-gatal (pruritus) : bugenfil, sirih (Piper betle L.), dan daun lidah buaya (Aloe Vera L.) dicuci dan direbus dengan air secukupnya hingga mengental lalu dioleskan pada bagian kulit yang gatal.
    Pemakaian Dalam
    1. Hepatitis : 15 gram batang bugenfil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum hangat-hangat.
    2. Keputihan (leucorrhea): 9 - 15 gram bunga bugenfil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
    3. Keputihan (leucorrhea), nyeri waktu haid (dysmenorrhea): 15 gram bunga bugenfil dan 90 gram lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.
    4. Sakit waktu haid dan darah haid bergumpal : 15 gram bunga bugenfil, 15 gram bunga ros/mawar (Rosa chinesis Jacq.) dan 70 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
    5. Terlambat haid : 15 gram bunga bugenfil, 15 gram temu item hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), dan 90 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
    6. Haid tidak teratur : 9 - 15 gram bunga bugenfil dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.), direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
    Catatan
    1. Umbi rumput teki (siang fu) dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat tetap konsultasikan ke dokter.
    Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat


    Read more ...

    Manfaat Tumbuhan Begonia/Begonia sp.

    Begonia/Begonia sp.
    Begonia
    Begonia sp.
    Begonia ini tumbuhan berasal dari Amerika Selatan, umumnya tumbuh baik di daerah pegunungan, pada ketinggian 200-1300 m di atas permukaan laut, pada tempat teduh dan tanah yang lembab. Pengembangbiakan dengan tunas atau dengan stek daun. Daun dan bunganya yang berair rasanya asam segar, bisa digunakan sebagai pengganti acar, ada juga yang dimasak dengan gula sehingga menghasilkan sirup asam yang enak. Di Jawa Barat, bunga yang belum mekar sering dirujak.
    Habitus Herba, bercabang banyak, batangnya lunak dan berair, tinggi 15-65 cm, daunnya tunggal berbentuk jantung yang tidak simetris, berair dan berbulu, warna daunnya berbeda-beda. Pada Begonia glabra permukaan atasnya berwarna hijau, sedangkan permukaan bawahnya berwarna perak keputihan. Bunga majemuk, bergerombol, umumnya tersusun berupa rangkaian anak payung menggarpu, berwarna berbeda-beda tergantung pada jenisnya, ada yang berwarna merah muda, ada yang berwarna kuning dan berwarna putih. Biji banyak dan kecil-kecil.

    Familia : Begoniaceae

    Nama Indonesia
    1. Jawa : bihun, hariyang bulu (sunda)
    2. Maluku : daun asam (Ambon), coco (Ternate)
    3. Sulawesi : kaci (Makasar)
    Nama Asing
    Chiu hai thang (Tionghoa)

    Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
    Rasanya masam, tawar, sejuk. Berkhasiat sebegai pereda demam (anti piretik), menghilangkan bengkak (antiswelling), pereda batuk (antitusif).

    Kandungan Kimia
    Asam oksalat, begonin, kalsium, magnesium.

    Bagian yang dipakai
    Daun, umbi, dan seluruh herba

    Kegunaan
    - Sakit tenggorokan (Pharyngitis)
    - Influenza
    - Melancarkan peredaran darah
    - Menghentikan pendarahan (hemostatis)
    - Muntah darah (hematemesis)
    - Pendarahan setelah melahirkan
    - Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea)
    - Keputihan (leucorrhoea)
    - Disentri
    - Rematik arthritis
    - Bisul (furunculus)
    - Bengkak, luka terpukul (swelling)
    - dan lain-lain.

    Pemakaian Luar
    1. Sakit tenggorokan (pharyngitis): 15 gram umbi begonia dicuci dan diiris, tambahkan 300 cc air lalu diblender, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
    2. Bengkak luar dan peradangan: daun begonia, daun dewa (Gynura segetum (Lour) Merr.) dan daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) masing-masing secukupnya, dicuci dan digiling halus lalu tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
    Pemakaian Dalam
    1. Muntah darah (hematemesis):10 gram umbi begonia dan 30 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum hangat-hangat.
    2. Menghentikan pendarahan (hemostatic): 10 gram umbi begonia dan 100 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelahdingin airnya diminum.
    3. Terlambat Haid: 9-15 gram umbi begonia ditumbuk halus lalu diseduh dengan 200 cc air mendidih, hangat-hangat airnya diminum.
    4. Haid tidak teratur: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum. Keputihan (leucorrhea): 10 gram umbi begonia dan 10 gram kulit delima kering (Punica granatum L.) ditumbuk lalu diseduh dengan air mendidih secukupnya, airnya diminum hangat-hangat.
    5. Disentri: 15 gram herba begonia, 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dan gula merah secukupnya direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, airnya diminum.
    6. Rematik:10-15 gram daun begonia, dan 15 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) direbus dengan 400 cc hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.
    7. Rematik atrithis: 150 gram selutuh herba begonia dan 125 gram jukut pendul (Kyllinga brevifolia Rottb.) ditumbuk halus lalu dicampur dengan madu secukupnya, kemudian bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dankeringkan. Ambil 10 gram ramuan tadi dan seduh dengan air mendidih secukupnya lalu diminum secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore.
    8. Cedera, luka terpukul: 10 gram umbi begonia dan 15 gram umbi daun dewa/thien ci (Gynura segetum [Lour] Merr.) disangrai kemudian ditumbuk halus lalu diseduh dengan air mendidih. Setelah dingin, airnya diminum.
    Catatan :
    1. Umbi daun dewa (thien ci) dapat dibeli di toko obat Tionghoa, akar rimpang teratai dapat dibeli di pasar-pasar tradisional.
    2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
    Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam Tumbuhan Berkhasiat Obat

    Read more ...

    Herbal | Khasiat Tumbuhan | Khasiat Tanaman | Khasiat Tanaman Bunga | Tanaman Herbal | Tumbuhan Herbal | Manfaat Tanaman | Manfaat Tumbuhan | Kegunaan | Sifat Kimiawi | Efek Farmakologis | Kesehatan | Farmasi | Prescription | Komposisi | Resep | Akar | Daun | Bunga | Buah | Umbi | Benangsari | Kelopak Daun | Biji | Seluruh Herba | Batang | Formulasi | Efektivitas | Pemanfaatan | Sumber | Tumbuhan Obat | Tanaman Obat | Farmakologi Kedokteran Timur | Kedokteran | Rimpang | Polong-polongan | Bahan Obat | Kandungan | Zat | Kontradiksi | Toksin | Sterilisasi | Badan Kesehatan| Praktisi Klinis | Pengobatan Tradisional | Familia | Kandungan Kimia | Dosis Pemakaian | Pahap | Obat Tionghoa | Divisi | Genus | Spesies | Tanaman Hias | Pemakaian Luar | Pemakaian Dalam | Health | Efficacy Plants | Benefits of Plants | Traditional Medicine | Perdu | Medicinal Materials | Medicinal Herbs | Medicinal Plants | Medicine