![Manfaat Tanaman Tapak Dara Tapak Dara [Catharanthus roseus (L.) G. Don.]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3gx046QMK5sd9Wg2_XCzYpVKqW4_ccO7ekshpHP-QsJAG-Sh_JDxqYl7NKjmp4jQhd99JcvCNyPxI0j27YcFiWX-v0jfowsvLyqo9cUipHHs56b8hlJ-_vphtQ1l5KFGxqGVJTmHxNio/s200/Tapak+Dara.jpg) |
Tapak Dara Catharanthus roseus (L.) G. Don. |
Tapak Dara [Catharanthus
roseus (L.) G. Don.] tumbuhan ini berasal dari amerika tengah, tumbuh liar dan
banyak ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan semak menahun ini terdapat pada
dataran rendah sampai ketinggian 1800 m diatas permukaan air laut, dapat tumbuh
pada bermacam-macam iklim, baik ditempat terbuka maupun tertutup. Tumbuhan ini
dapat diperbanyak dengan biji, setek batang, atau akar. Habitus herba atau semak
yang tumbuh tegak, bercabang banyak, tinggi mencapai 120 cm. Batangnya berkayu
pada bagian bawah, bergetah putih, bentuk batang bulat, berwarna merah
tengguli, berambut halus. Daunnya tunggal, agak tebal, tersusun berhadapan
bersilang, berbentuk bundar memanjang atau bulat telur, pangkal daun meruncing
dan bertangkai, kedua permukaan daun berambut halus. Bunga tunggal, keluar dari
ujung tangkai dan ketiak daun dengan lima helai mahkota bunga, bentuknya
seperti terompet, berwarna putih, ungu, merah muda atau putih dengan warna
merah ditengahnya, tabung mahkota bunga sepanjang 22-30 mm. Buahnya berupa buah
berbumbung berbulu, berisi banyak biji yang berwarna hitam, menggantung pada
batang, warna buah hijau atau hijau pucat.
Familia
Apocynaceae.
Sinonim
Ammocallis
rosea Small. = Loch-nera rosea Reich. = Vinca rosea L.
Nama Daerah
- Sumatra :
rutu-rutu, rumput jalang, kemuting china.
- Jawa : kembang
sari china, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, tapak doro, cakar
ayam, tai lantuan.
- Nusa Tenggara
: tapak lima (Bali).
- Sulawesi :
sindapor.
- Maluku : usia.
Nama Asing
Chang chun hua
(T), amnias, atai bia, kantotan, sitchirika (F), vinca, madagaskar periwinkle
herb, pink periwinkle (I), vonenina (Md), soldatenbloem (B), hoa hai dang, dira
can (V), chichirica, san pedro (S), kemunting china (M).
Sifat Kimiawi
dan Efek Farmakologis
Sedikit pahit,
sejuk, toksik, masuk ke meridian hati. Berkhasiat sebagai antikanker
(antineoplastik), menurunkan tekanan darah (hipotensi), penenang (sedatif),
menyejukan darah, menghentikan pendarahan (hemostatik), menetralkan panas dan
racun, peluruh kencing (diuretik).
Kandungan Kimia
Pada akar,
batang, daun, dan biji ditemukan lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28
bi-indole alkaloid. Komponen anti kanker, yaitu alkaloid seperti vinblastine
(VLB), vincristine (VCR), leurosine (VLR), vincadioline, leurosidine dan
catharanthine. Alkaloid yang berefek hypoglycemic (menurunkan kadar gula
darah), antara lain leurosine, catharanthine, lochnerine, tetrahydroalstonine,
vindoline, dan vindolinine.
Bagian yang
Dipakai
Seluruh
tumbuhan/herba tapak dara segar atau dikeringkan.
Kegunaan
- Kencing manis
(diabetes mellitus).
- Buang air
kecil sakit dan sedikit (oliguria).
- Batu ginjal
(nephrolithiasis).
- Pendarahan
akibat penurunan trombocyt (primary thrombocytopenic purpura).
- Tekanan darah
tinggi (hipertensi).
- Hodgkin’s
disease, chorionic epithelioma, acute lymphocytic leukimia, acute monocytic
leukemia, lymphosarcoma, retikulum cell sarcoma.
- Kanker
payudara, kanker rahim, kanker saluran pencernaan.
- Radang hati
(hepatitis).
- Radang saluran
napas (bronkhitis).
- Asma, batuk
(tussis).
- Gondongan (parotitis).
- Demam,
malaria.
- Kurang darah
(anemia).
- Bisul
(furunculus), borok, luka bakar, bengkak (abses).
- Disentri,
muntaber.
- Sariawan
(aphthae).
- Sukar buang
air besar atau sembelit (konstipasi).
- Haid tidak
teratur (ireguler menstruation).
- Tangan gemetar
tanpa terkontrol (buyutan).
Dosis
pemakaian
1. Pemakaian
dalam :
- Vinblastine 0,1-0,2 mg/kg BB, dilarutkan dengan garam
fisiologis (normal saline) dengan perbandingan 10 ml unuk 10 mg, IV, sekali
setiap 7-10 hari;
- Vincristine (leurocristine) : 0,02-0,04 mg/kg BB
dilarutkan dengan 20 ml glukosa 5% atau normal saline, IV, sekali setiap minggu
(1) dan (2) untuk kanker dan primary thrombocytopenia ;
- 6-15 gram
(kering) direbus lalu airnya diminum. Untuk penyakit selain kanker.
2. Pemakaian luar
: tapak dara segar dihaluskan lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakaian Luar
- Luka bakar :
daun tapak dara segar secukupnya, beras putih secukupnya, dihaluskan hingga
seperti bubur, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
- Gondongan (parotitis),
bengkak, bisul (furunculus) dan borok : daun tapak dara secukupnya dihaluskan
lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Pemakaian
Dalam
- Acute
lymphocytic leukemia : 15 gram tapak dara, direbus dengan 500 cc air hingga
tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum.
- Clinical
studies : vinblastine terutama dipakai untuk hodgkin’s disease dan
chorioepithelioma, juga efektif pada sejumlah pasien dengan kanker payudara,
kanker indung telur (ovarium) atau nephroblastoma. Vincristine lebih efektif
pada acute lymphocytic dan granulocitic leukemia, terutama pada acute leukemia
pada anak-anak (lymphocitic dan myelocitic). Karena keduanya menyebabkan
penekanan ringan pada sumsum tulang dan anabolisme, vincristine digunakan
bersama antineoplastic lain, misalnya : MOPP (Nitrogen mustard, vincristine, procarbazine dan prednisione) pada pengobatan hodgkin’s disease. COAP
(Cyclophosphamide, vincristine, cytosine arabinoside dan prednisone) pada
pengobatan acute leukemia pada anak-anak dan sejumlah leukemia pada orang dewasa.
- Leukemia : 30
gram tapak dara, 10 gram adas (Foeniculum vulgare Mill.), 10 butir angco
(Fructus jujubae), 15 gram kie cie (Fructus lycii), direbus dengan 1 liter air
hingga tersisa 500 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali
sehari.
- Mencegah dan
mengatasi kanker (karsinoma) : 15 gram tapak dara segar, 30-60 gram daun pepaya
segar (Carica papaya L.), 30 gram daun bayam merah segar (Alternanthera amoena
Voss.), 30 gram rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) direbus dengan
700 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan ditambahkan madu, diminum
tiga kali sehari, setiap kali minum 100 cc (tetap konsultasikan ke dokter ).
- Mencegah
kanker payudara : 6-15 gram tapak dara kering direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya.
- Kanker rahim :
15 gram bunga tapak dara, 30 gram rumput lidah ular (Hedyotis diffusa (Willd.)
Roxb.), direbus dengan 400 cc air hingga
tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya. (tetap konsultasikan ke
dokter).
- Kurang darah
(anemia) : 4 kuntum bunga tapak dara putih, 15 gram bayam merah (Alternanthera
amoena Voss.), 5 butir angco ( Fructus jujubae) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya hangat-hangat.
- Tekanan darah
tinggi (hipertensi) : Cara ke-1 : 15 gram daun tapak dara, 10 gram bunga krisan
(Crysanthemum sp.), direbus dengan 600 cc
air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum sore hari. Cara
ke-2 : 15 gram daun atau bunga tapak dara, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya menjelang tidur.
- Kencing manis
(diabetes mellitus) : Cara ke-1 : 10-15 gram daun tapak dara, 30 gram ceplukan
segar (Physalis peruviana L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu diminum
airnya setelah disaring, lakukan dua kali sehari; Cara ke-2 : 30 gram daun
tapak dara segar direbus dengan 400 cc
air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya, lakukan
secara rutin; Cara ke-3 : 15 gram daun tapak dara kering, adas (Foeniculum
vulgare Mill.), pulasari (Alyxia rein wardtii Bl.) masing-masing secukupnya,
segar direbus dengan 600 cc air hingga
tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya, lakukan secara rutin; Cara
ke-4 : 6 lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara, segar direbus
dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc,
lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari pagi dan sore.
- Batu ginjal :
30 gram daun tapak dara, 30 gram keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), 15
gram daun tempuyung (Sonchus arvensis L.), segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu diminum airnya setelah disaring.
Lakukan dua kali sehari.
- Demam : 15
gram herba tapak dara, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), gula aren
(Arenga pinnata Merr.), segar direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan
diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.
- Gondongan
(parotitis) : 15 gram herba tapak dara, gula merah secukupnya, segar direbus
dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc,
lalu disaring dan diminum airnya.
- Asma, radang
saluran napas (bronkhitis) : Cara ke-1 :
10 gram akar tapak dara, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 100 gram
lobak (Raphanus sativus Linn.), segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya, lakukan dua kali sehari. Cara ke-2 : 1 potong bonggol akar tapak dara, segar direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu disaring dan
diminum airnya. Lakukan dua kali sehari, pagi dan sore.
- Malaria : 10
gram akar tapak dara, 10 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), 10 gram
temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), 15 gram sambiloto (Andrographis
panniculata Nees.), segar direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum airnya.
- Muntaber : 15
gram herba tapak dara direbus dengan 400
cc air hingga tersisa 200 cc, lalu
disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
- Sakit perut :
15 gram herba tapak dara, gula merah secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya hangat-hangat.
- Disentri,
sariawan (aphthae) : 10 gram daun tapak dara, 30 gram krokot (Portulaca
oleracea L.), segar direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan diminum
airnya.
- Batuk (tussis)
: 10 gram herba tapak dara, 10 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobillis Lour.), 10 gram bunga mawar
kering (Rosa chinensis Jacq.), segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan
diminum airnya hangat-hangat.
- Tangan
gemeteran tanpa terkontrol (buyutan) : 15 gram daun tapak dara, segar direbus
dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc,
lalu disaring dan diminum airnya.
Efek yang
Tidak Diinginkan
- Setelah
pemakaian vinblastine, biasanya terjadi penurunan sel darah putih (leucopenia)
dengan tingkatan yang bervariasi dan kembali seperti semula dalam 1-2 minggu
setelah penghentian pemakian obat. Efek terhadap sel darah merah dan platelet
sangat kecil.Sejumlah pasien dapat
timbul gangguan nafsu makan dan reaksi pencernaan lainnya seperti mual,
muntah, kesulitan buang air besar dan beberapa timbul gangguan neurologis
seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensasi yang abnormal, dan
kehilangan reflek dalam.
- Keracunan vincristine
bernamifestasi pada sistemsaraf dengan gejala sensasi abnormal, rasa bebas pada
tungkai, rasa sakit, kehilangan reflek dalam, rasa lemah, gangguan pergerakan,
serak, kelumpuhan kelopak mata (Ptosis), penglihatan kembar (diplopia), dan
lain-lain. Dua puluh persen penderita menjadi botak (alopecia), juga menghambat
sistem pembuatan sel darah, hemoglobin, platelets dan sel darah putih menurun
1-2 mg setelah pemakaian obat ini. Hambatan terhadap sistem hematopoliesis
(pembuatan sel darah), relatif ringan dibandingkan dengan obat kanker lainnya.
Catatan
- Tumbuhsn obat ini mengandung komponen aktif,
vinblastine dan leurocristine (vincristine) yang berkhasiat antikanker pada
leukemia 1534, leukemia 1210, AKR leukemia, Ehrlich ascitik liver carcinomia
dan walker carcinoma 256. Komponen ini menghentikan mitosis sel kanker pada
methapase.
- Di luar negri, herba tapak dara ini sudah dibuat
obat suntik, yaitu vincristine injeksi dan vinblastine injeksi.
- Wanita hamil dilarang menggunakan tanaman ini.
- Setiap pengobatan dilakukan secara teratur.
Untuk penyakit yang serius tetap konsultasikan ke dokter.
Read more ...